<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wanshappy's Weblog</title>
	<atom:link href="http://wanshappy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wanshappy.wordpress.com</link>
	<description>Berbagi Kebahagiaan ...menuju kebahagiaan sejati</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 May 2009 07:01:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wanshappy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wanshappy's Weblog</title>
		<link>http://wanshappy.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wanshappy.wordpress.com/osd.xml" title="Wanshappy&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wanshappy.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KONSEP KEBAHAGIAAN DALAM ISLAM</title>
		<link>http://wanshappy.wordpress.com/2009/05/05/konsep-kebahagiaan-dalam-islam/</link>
		<comments>http://wanshappy.wordpress.com/2009/05/05/konsep-kebahagiaan-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 07:01:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wanshappy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wanshappy.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi senantiasa bahagia dalam situasi apa pun, inilah. yang senantiasa dikejar oleh manusia. Manusia ingin hidup bahagia. Hidup tenang, tenteram, damai, dan sejahtera. Sebagian orang mengejar kebahagiaan dengan bekerja keras untuk menghimpun harta. Dia menyangka bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat kebahagaiaan. Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, pada kekuasaan. Beragam cara dia lakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wanshappy.wordpress.com&amp;blog=3787154&amp;post=32&amp;subd=wanshappy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi senantiasa bahagia dalam situasi apa pun, inilah. yang senantiasa dikejar oleh manusia. Manusia ingin hidup bahagia. Hidup tenang, tenteram, damai, dan sejahtera. Sebagian orang mengejar kebahagiaan dengan bekerja keras untuk menghimpun harta. Dia menyangka bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat kebahagaiaan. Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, pada kekuasaan. Beragam cara dia lakukan untuk merebut kekuasaan. Sehab menurtnya kekuasaan identik dengan kebahagiaan dan kenikmatan dalam kehidupan. Dengan kekuasaan sesrorang dapat berbuat banyak. Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan. Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan. Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada kekuasaan. Dan sangkaan-sangkaan lain.</p>
<p>Lantas apakah yang disebut&#8221;bahagia&#8217; (sa&#8217;adah/happiness)?</p>
<p>Selama ribuan tahun, para pemikir telah sibuk membincangkan tentang kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sesuatu yang ada di luar manusia, dan bersitat kondisional. Kebahagiaan bersifat sangat temporal. Jika dia sedang berjaya, maka di situ ada kebahagiaan. Jika sedang jatuh, maka hilanglah kebahagiaan. Maka. menurut pandangan ini tidak ada kebahagiaan yang abadi dalam jiwa manusia. Kebahagiaan itu sifatnya sesaat, tergantung kondisi eksternal manusia. Inilah gambaran kondisi kejiwaan masyarakat Barat sebagai: &#8220;Mereka senantiasa dalam keadaan mencari dan mengejar kebahagiaan, tanpa merasa puas dan menetap dalam suatu keadaan.</p>
<p>Islam menyatakan bahwa &#8220;Kesejahteraan&#8217; dan &#8220;kebahagiaan&#8221; itu bukan merujuk kepada sifat badani dan jasmani insan, bukan kepada diri hayawani sifat basyari; dan bukan pula dia suatu keadaan hayali insan yang hanva dapat dinikmati dalam alam fikiran belaka.</p>
<p>Keselahteraan dan kebahagiaan itu merujuk kepada keyakinan diri akan hakikat terakhir yang mutlak yang dicari-cari itu — yakni: keyakinan akan Hak Ta&#8217;ala — dan penuaian amalan yang dikerjakan oleh diri berdasarkan keyakinan itu dan menuruti titah batinnya.&#8217;</p>
<p>Jadi, kebahagiaan adalah kondisi hati yang dipenuhi dengan keyakinan (iman) dan berperilaku sesuai dengan keyakinannya itu. Bilal bin Rabah merasa bahagia dapat mempertahankan keimanannya meskipun dalam kondisi disiksa. Imam Abu Hanifah merasa bahagia meskipun harus dijebloskan ke penjara dan dicambuk setiap hari, karena menolak diangkat menjadi hakim negara. Para sahabat nabi, rela meninggalkan kampung halamannya demi mempertahankan iman. Mereka bahagia. Hidup dengan keyakinan dan menjalankan keyakinan.</p>
<p>Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannva. Sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Apakah kamu tidak memahaminya?</p>
<p>Menurut al-Ghazali, puncak kebahagiaan pada manusia adalah jika dia berhasil mencapai ma&#8217;rifatullah&#8221;, telah mengenal Allah SWT. Selanjutnya, al-Ghazali menyatakan:</p>
<p>&#8220;Ketahuilah bahagia tiap-tiap sesuatu bila kita rasakan nikmat, kesenangan dan kelezatannya mara rasa itu ialah menurut perasaan masing-masing. Maka kelezatan (mata) ialah melihat rupa yang indah, kenikmatan telinga mendengar suara yang merdu, demikian pula segala anggota yang lain dan tubuh manusia.</p>
<p>Ada pun kelezatan hati ialah ma&#8217;rifat kepada Allah, karena hati dijadikan tidak lain untuk mengingat Tuhan. Seorang rakyat jelata akan sangat gembira kalau dia dapat herkenalan dengan seorang pajabat tinggi atau menteri; kegembiraan itu naik berlipat-ganda kalau dia dapat berkenalan yang lebih tinggi lagi misalnya raja atau presiden.</p>
<p>Maka tentu saja berkenalan dengan Allah, adalah puncak dari segala macam kegembiraan. Lebih dari apa yang dapat dibayangkan  oleh manusia, sebab tidak ada yang lebih tinggi dari kemuliaan Allah. Dan oleh sebab itu tidak ada ma&#8217;rifat yang lebih lezat daripada ma&#8217;rifatullah.</p>
<p>Ma&#8217;rifalullah adalah buah dari ilmu. Ilmu yang mampu mengantarkan manusia kepada keyakinan. bahwa tiada Tuhan selain Allah&#8221; (Laa ilaaha illallah). Untuk itulah, untuk dapat meraih kebahagiaan yang abadi, manusia wajib mengenal Allah. Caranya, dengan mengenal ayat-ayat-Nya, baik ayat kauniyah maupun ayat qauliyah.</p>
<p>Banyak sekali ayat-ayat al-Quran yang memerintahkan manusia memperhatikan dan memikirkan tentang fenomana alam semesta, termasuk memikirkan dirinya sendiri.</p>
<p>Disamping ayat-ayat kauniyah. Allah SWT juga menurunkan ayat-ayat qauliyah, berupa wahyu verbal kepada utusan-Nya yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw. Karena itu, dalam QS Ali Imran 18-19, disebutkan, bahwa orang-orang yang berilmu adalah orang-orang yang bersaksi bahwa &#8220;Tiada tuhan selain Allah&#8221;, dan bersakssi bahwa &#8220;Sesungguhnya ad-Din dalam pandangan Allah SWT adalah Islam.&#8221;</p>
<p>Inilah yang disebut ilmu yang mengantarkan kepada peradaban dan kebahagiaan. Setiap lembaga pendidikan. khususnya lembaga pendidikan Islam. harus mampu mengantarkan sivitas akademika-nya menuju kepada tangga kebahagiaan yang hakiki dan abadi. Kebahagiaan yang sejati adalah yang terkait antara dunia dan akhirat.</p>
<p>Kriteria inilah yang harusnya dijadikan indikator utama, apakah suatu program pendidikan (ta&#8217;dib) berhasil atau tidak. Keberhasilan pendidikan dalam Islam bukan diukur dari berapa mahalnya uang hayaran sekolah; berapa banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan sebagainya. Tetapi apakah pendidikan itu mampu melahirkan manusia-manusia yang beradab yang mengenal Tuhannya dan beribadah kepada Penciptanya.</p>
<p>Manusia-manusia yang berilmu seperti inilah yang hidupnya hahagia dalam keimanan dan keyakinan: yang hidupnya tidak terombang-ambing oleh keadaan. Dalam kondisi apa pun hidupnya bahagia, karena dia mengenal Allah, ridha dengan keputusanNya dan berusaha menyelaraskan hidupnya dengan segala macam peraturan Allah yang diturunkan melalui utusan-Nya.</p>
<p>Karena itu kita paham, betapa berbahayanya paham relativisme kebenaran yang ditaburkan oleh kaum liberal. Sebab, paham ini menggerus keyakinan seseorang akan kebenaran. Keyakinan dan iman adalah harta yang sangat mahal dalam hidup. Dengan keyakinan itulah, kata Igbal, seorang Ibrahim a.s. rela menceburkan dirinya ke dalam api. Penyair besar Pakistan ini lalu bertutur hilangnya keyakinan dalam diri seseorang. lebih buruk dari suatu perbudakan.</p>
<p>Sebagai orang Muslim, kita tentu mendambakan hidup bahagia semacarn itu; hidup dalam keyakinan: mulai dengan mengenal Allah dan ridha, menerima keputusan-keputusan-Nva, serta ikhlas menjalankan aturan-aturan-Nya. Kita mendambakan diri kita merasa bahagia dalam menjalankan shalat, kita bahagia menunaikan zakat, kita bahagia bersedekah, kita bahagia menolong orang lain, dan kita pun bahagia menjalankan tugas amar ma&#8217;ruf nahi munkar.</p>
<p>Dalam kondisi apa pun. maka &#8220;senangkanlah hatimu!&#8221; Jangan pernah bersedih.</p>
<p>&#8220;Kalau engkau kaya. senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit melalui hartamu.</p>
<p>&#8220;Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepadamu lagi, lantaran kemiskinanmu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu&#8230;&#8221;</p>
<p>Mudah-mudahan. Allah mengaruniai kita ilmu yang mengantarkan kita pada sebuah keyakinan dan kebahagiaan abadi, dunia dan akhirat. Amin. (Ditulis oleh Ustadz Abdul Latief www.pesantrenvirtual.com) </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wanshappy.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wanshappy.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wanshappy.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wanshappy.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wanshappy.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wanshappy.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wanshappy.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wanshappy.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wanshappy.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wanshappy.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wanshappy.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wanshappy.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wanshappy.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wanshappy.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wanshappy.wordpress.com&amp;blog=3787154&amp;post=32&amp;subd=wanshappy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wanshappy.wordpress.com/2009/05/05/konsep-kebahagiaan-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wanshappy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengemis di Perempatan Jalan</title>
		<link>http://wanshappy.wordpress.com/2008/12/30/pengemis-di-perempatan-jalan/</link>
		<comments>http://wanshappy.wordpress.com/2008/12/30/pengemis-di-perempatan-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 09:59:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wanshappy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wanshappy.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Hampir disemua perempatan jalan atau lampu lalu lintas di kota besar diwarnai oleh pengemis. Mereka bisa jadi anak kecil, orang cacat atau orang tua. Anak kecil yang masa-masa diusia mereka sepantasnya menikmati masa bermain dan merdeka sebagai anak, tapi hampir keseharian mereka dihabiskan di tengah jalan. Menikmati keramaian kota, kepulan asap, hiruk pikuk kendaraan, bertemu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wanshappy.wordpress.com&amp;blog=3787154&amp;post=30&amp;subd=wanshappy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir disemua perempatan jalan atau lampu lalu lintas di kota besar diwarnai oleh pengemis. Mereka bisa jadi anak kecil, orang cacat atau orang tua. Anak kecil yang masa-masa  diusia mereka sepantasnya menikmati masa bermain dan merdeka sebagai anak, tapi hampir keseharian mereka dihabiskan di tengah jalan. Menikmati keramaian kota, kepulan asap, hiruk pikuk kendaraan, bertemu berjuta orang dengan bermacam-macam watak dan perangai. Mereka tidak tahu kenapa harus berada disitu, bisa jadi mereka ikut orang tua, bisa jadi dipaksa orang, bisa jadi keterpaksaan oleh situasi.</p>
<p>Selain anak kecil bisa kita saksikan orang cacat, cacat karena tidak bisa melihat atau karena salah satu anggota badanya yang cacat atau cacat karena penyakit. Mereka menjajakan kecacatan mereka untuk mendapat sesuatu yang bisa dimakan atau dikumpulkan.</p>
<p>Ada pula yang berada diperempatan adalah orang-orang tua. Yang karena kondisi mereka harusnya berkumpul dengan anak cucu mereka terpaksa harus di jalanan. Menghirup udara pagi bercampur asap kendaraan, menikmati panas terik matahari sambil berdesak-desakan diantara motor dan mobil. Dan disore hari mereka telah bermandikan keringat dan debu jalanan yang mereka rasakan hampir setiap hari.</p>
<p>Keberadaan mereka dijalanan sudah memakan waktu yang cukup lama, kalau kita melewati jalan atau perempatan yang sama kita akan menjadi tahu bahwa merekapun sudah lama ada disitu. Mulai mereka gadis kecil, kemudian hamil sampai menggendong anak kecil kembali. Apa yang menjadikan mereka betah disitu ¿ Satu jawaban yang mungkin bisa mereka katakan adalah mudah mendapatkan uang untuk menjadi hidup. Tanpa modal yang besar hanya nekat dan keterpaksaan mereka akhirnya harus menjalani.</p>
<p>Pagi-pagi setelah mereka istirahat pada sore atau malam harinya. Mereka mulai menjalani hari-harinya dengan mengemis. Mulai dari pagi mereka hanya menjalankan kebiasaannya mengangkat tangan meminta belas kasihan para pengendara yang lewat dan suatu keberuntungan adalah mereka mendapatkan uang dari pengendara. Sedikit demi sedikit akhirnya menjadi bukit. Uang yang terkumpul mulai pagi ketemu siang dan akhirnya sore hari, sendikit demi sedikit akhirnya terkumpul menjadi bukit. Yang pasti mereka akan memulai lagi pada esok harinya. Yach mereka tidak perlu modal besar hanya nekat dan keterpaksaan yang mereka miliki.</p>
<p>Alasan mengapa mereka melakukan itu semua ¿ Bisa jadi banyak alasan dan sebab, yang perlu dicari akar penyebabnya dan ditemukan jawabannya. Tapi untuk menjawab itu sepertinya bukanlah pekerjaan mudah. Butuh program atau langkah yang besar yang matang, butuh modal yang cukup besar, butuh keseriusan, komitmen dan juga kebersamaan. Tapi bisa jadi analisa lain juga banyak yang dapat dijadikan alasan.</p>
<p>Yang jelas dengan adanya pengemis di jalanan adalah pekerjaan besar buat kita semua. Jawaban yang sederhana adalah masih adanya kemiskinan. Kemiskinan berupa materi dan juga moral. Untuk mengatasi kemiskinan adalah pekerjaan besar. Tugas siapa ¿ Kemiskinan adalah masalah kemanusiaan dan kita semua adalah mendapat tugas untuk mengurangi kemiskinanan tersebut. Dan secara kenegaraan adalah tugas pemerintah.</p>
<p>Sebagai jawaban yang mungkin tidak pas atau terlalu sederhana untuk penanggulangan kemiskinan adalah jawaban kita sejauh mana kita mengurangi kemiskinan tersebut. Kita disini bisa jadi sebagai dosen, bisa jadi seorang birokrat, bisa jadi seorang pengusaha, bisa jadi siapapun yang bisa berbuat sesuatu. Mulai dari sendiri, keluarga terdekat, saudara, tetangga atau lingkungan terdekat kita. Mulai berbuat hal kecil tapi bermanfaat, tidak terlalu rumit. Dan mulai dari Sekarang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wanshappy.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wanshappy.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wanshappy.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wanshappy.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wanshappy.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wanshappy.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wanshappy.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wanshappy.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wanshappy.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wanshappy.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wanshappy.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wanshappy.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wanshappy.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wanshappy.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wanshappy.wordpress.com&amp;blog=3787154&amp;post=30&amp;subd=wanshappy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wanshappy.wordpress.com/2008/12/30/pengemis-di-perempatan-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wanshappy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Indikator Kebahagiaan Dunia</title>
		<link>http://wanshappy.wordpress.com/2008/08/22/7-indikator-kebahagiaan-dunia/</link>
		<comments>http://wanshappy.wordpress.com/2008/08/22/7-indikator-kebahagiaan-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 07:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wanshappy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wanshappy.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi&#8217;in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wanshappy.wordpress.com&amp;blog=3787154&amp;post=27&amp;subd=wanshappy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi&#8217;in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :</p>
<p><strong>Pertama</strong>, <em>Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur</em>.<br />
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona&#8217;ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.</p>
<p><span lang="SV">Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :<br />
&#8220;Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita&#8221;.<br />
Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi.<br />
Bila ia tetap &#8220;bandel&#8221; dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi.</span></p>
<p>Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur !</p>
<p><strong>Kedua</strong>. <em>Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh</em>.<br />
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan.<br />
Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh.<br />
Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya.<br />
Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, <em>al auladun abrar, yaitu anak yang soleh</em>.<br />
Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu :<br />
&#8221; Kenapa pundakmu itu ? &#8221; Jawab anak muda itu :<br />
&#8221; Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia.<br />
Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya &#8220;.<br />
Lalu anak muda itu bertanya: &#8221; Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ? &#8220;<br />
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: &#8220;Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu&#8221;.<br />
Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah.<br />
Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, <em>albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita</em>.<br />
Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita.<br />
Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.</p>
<p>Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.</p>
<p>Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.</p>
<p><strong>Kelima</strong>, <em>al malul halal, atau harta yang halal</em>.<br />
Paradigma <span class="yshortcuts">dalam Islam</span> mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.</p>
<p>Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan.<br />
&#8221; Kamu berdoa sudah bagus &#8220;, kata Nabi SAW,<br />
&#8221; Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan &#8220;.<br />
Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya.<br />
Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.</p>
<p><strong>Keenam</strong>, <em>Tafakuh fidien, atau semangat untuk memahami agama</em>.<br />
Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu <span class="yshortcuts">agama Islam</span>. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.</p>
<p>Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.</p>
<p>Semangat memahami agama akan meng &#8220;hidup&#8221; kan hatinya,<br />
hati yang &#8220;hidup&#8221; adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman.<br />
Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.</p>
<p><strong>Ketujuh</strong>, <em>yaitu umur yang baroqah</em>.<br />
Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka h ari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome).</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><br />
Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><br />
Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih.<br />
Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah.<br />
Inilah semangat &#8220;hidup&#8221; orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.</span></p>
<p>Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.</p>
<p>Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu&#8217; mungkin membaca doa, yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW.<br />
Dimana baris pertama doa tersebut<br />
&#8221; Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw &#8220;<br />
(yang artinya &#8220;Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia &#8220;),<br />
mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.</p>
<p>Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri.</p>
<p>Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu :<br />
&#8221; wa fil aakhirati hasanaw &#8220;<br />
(yang artinya &#8220;dan juga kebahagiaan akhirat&#8221;), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah.<br />
Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, <span class="yshortcuts">kasih sayang</span> Allah. <span class="yshortcuts">Surga</span> itu hanyalah sebagian kecil d ari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.</p>
<p>Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga.<br />
Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.</p>
<p>Kata Rasulullah, &#8220;Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga&#8221;.<br />
Lalu para sahabat bertanya: &#8220;Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?&#8221;. Jawab Rasulullah SAW : &#8220;Amal soleh saya pun juga tidak cukup&#8221;.<br />
<span lang="ES">Lalu para sahabat kembali bertanya : &#8220;Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?&#8221;. </span><span lang="SV">Nabi SAW kembali menjawab :<br />
&#8221; Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata &#8220;.</span></p>
<p>Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah.<br />
Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin)</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span>:::(Kiriman seorang teman VA)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wanshappy.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wanshappy.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wanshappy.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wanshappy.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wanshappy.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wanshappy.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wanshappy.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wanshappy.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wanshappy.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wanshappy.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wanshappy.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wanshappy.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wanshappy.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wanshappy.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wanshappy.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wanshappy.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wanshappy.wordpress.com&amp;blog=3787154&amp;post=27&amp;subd=wanshappy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wanshappy.wordpress.com/2008/08/22/7-indikator-kebahagiaan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wanshappy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Jangan Tertidur</title>
		<link>http://wanshappy.wordpress.com/2008/08/22/hidup-jangan-tertidur/</link>
		<comments>http://wanshappy.wordpress.com/2008/08/22/hidup-jangan-tertidur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 06:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wanshappy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wanshappy.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[( by : Arvan Pradiansyah ~ penulis buku You Are A Leader ! ) Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan tertidur. Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wanshappy.wordpress.com&amp;blog=3787154&amp;post=24&amp;subd=wanshappy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">( by : Arvan Pradiansyah  ~ penulis buku You Are A Leader ! )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan tertidur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan tertidur. Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu, tapi tidak sadar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda. Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Pertama, peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Musibah sebenarnya adalah rahmat terselubung karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Anda baru sadar pentingnya kesehatan kalau Anda sakit. Anda baru sadar pentingnya olahraga kalau kadar kolesterol Anda mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Anda baru sadar nikmatnya bekerja kalau Anda di-PHK. Seorang wanita karier baru menyadari bahwa keluarga jauh lebih penting setelah anaknya terkena narkoba. Seorang sopir taksi pernah bercerita bahwa ia baru menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Bayangkan kalau Anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata, Silakan Anda pulang, pertunjukan sudah selesai! Anda protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si penjaga hanya berkata tegas, Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup kembali &#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita pada arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi. Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin : Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Manusia bukanlah makhluk bumi melainkan makhluk langit. Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan rumah untuk mencari rumah yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Coba</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;"> Anda resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau Anda menyadari hal ini, Anda tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila Anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulkan kekayaan &#8212; apalagi dengan menyalahgunakan jabatan &#8212; kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati selama-lamanya. Apalagi Anda sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan berlaku curang dan korup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: ya! Tapi kalau Anda merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah: Belajarlah MENDENGARKAN. Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Bukalah mata dan hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu &#8230; </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Pena lebih tajam dari pedang &#8230; </span><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:black;">Tinta seorang berilmu lebih mulia dari darah seorang &#8230; semoga bermanfaat bagi kita semua &#8230;amiiin &#8230; (Kiriman seorang kawan VA)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wanshappy.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wanshappy.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wanshappy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wanshappy.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wanshappy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wanshappy.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wanshappy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wanshappy.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wanshappy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wanshappy.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wanshappy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wanshappy.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wanshappy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wanshappy.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wanshappy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wanshappy.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wanshappy.wordpress.com&amp;blog=3787154&amp;post=24&amp;subd=wanshappy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wanshappy.wordpress.com/2008/08/22/hidup-jangan-tertidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wanshappy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kaca Mata Allah</title>
		<link>http://wanshappy.wordpress.com/2008/08/08/kaca-mata-allah/</link>
		<comments>http://wanshappy.wordpress.com/2008/08/08/kaca-mata-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 02:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wanshappy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wanshappy.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Kaca Mata adalah suatu alat buatan manusia yang digunakan membantu melihat objek agar dapat dilihat dengan jelas, tidak buram, tidak bayang-bayang, tidak besar atau kecil sesuai dengan ukuran dan warna sebenarnya. Orang yang kurang jelas melihat jauh disarankan menggunakan kacamata yang mempunyai ukuran minus (-) yang besarannya ditentukan oleh peralatan optic dan dihitung oleh tenaga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wanshappy.wordpress.com&amp;blog=3787154&amp;post=21&amp;subd=wanshappy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;">Kaca Mata adalah suatu alat buatan manusia yang digunakan membantu melihat objek agar dapat dilihat dengan jelas, tidak buram, tidak bayang-bayang, tidak besar atau kecil sesuai dengan ukuran dan warna sebenarnya. Orang yang kurang jelas melihat jauh disarankan menggunakan kacamata yang mempunyai ukuran minus (-) yang besarannya ditentukan oleh peralatan optic dan dihitung oleh tenaga ahli. Begitupun untuk orang yang kurang jelas melihat dekat disarankan untuk menggunakan kacamata ukuran positif (+) dan besarannya juga ditentukan oleh tenaga ahli dan keilmuan tertentu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;">Dalam menikmati dan menjalankan hidup ini terkadang perlu kita menggunakan kaca mata, sehingga kita dapat melihat atau membaca apa yang terjadi dengan jelas. Ketika kita masih bayi, masih anak-anak dan remaja penglihatan kita masih jernih dan masih bersih sehingga kita dapat melihat dengan jujur. Apa yang dilihat oleh bayi atau anak-anak masih polos belum ada nilai, mereka hanya merekam apa yang dilihat tanpa nilai-nilai tertentu. </span><span style="font-size:14pt;" lang="SV">Mereka masih dapat menikmati kesenangan dikatakan kesenangan, kesedihan dikatakan kesedihan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="SV">Mulai beranjak dewasa kita sepertinya kita mulai berperilaku tidak jujur, penuh pertimbangan-pertimbangan, mulai menggunakan topeng-topeng sehingga dalam melihat dan membaca kehidupan sering mengalami gangguan. Untuk hal itu diperlukan kaca mata, untuk melihat kehidupan ini sesuai dengan kerjadian yang sebenarnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="SV">Kaca mata dengan ukuran manusia dan buatan manusia sangatlah terbatas kurang sempurna, ukurannya tergantung kepada manusia yang membuatnya. Tiap manusia akhirnya punya ukuran masing-masing. Tapi ada <span> </span>kacamata ukuran yang ukurannya tetap dan universal, yaitu kacamata buatan dan ukuran Allah SWT akan sempurna, akan sesuai antara ukuran kacamata dengan gambaran yang nyata dalam kehidupan ini. Kacamata Allah adalah dibuat dengan ketentuan-ketentuan Allah unuk melihat segala bentuk kehidupan ciptaanNya. Sehingga pada kesehariannya tingkah laku kita bila dilihat oleh kacamata manusia, akan banyak kelemahan atau kelebihannya, menurut kacamata manusia akan bisa benar atau bisa salah. Tapi bila kita melihat dengan kacamata Allah kita akan melihat dan bertindak sesuai dengan keharusannya dan kebenarannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="SV">Adalah kacamata manusia melihat realita di masyarakat akan banyak penyesalannya. Ada ketidaksesuaian antara keinginan dan kenyataan, antara harapan dan hasilnya. Bila kita menolong orang, harapan kita orang tersebut mengucapkan terima kasih dan juga berbuat baik kepada kita, tapi kadang kenyataannya tidak berucap terima kasih dan malah berbuat kurang baik kepada kita. Bila kita berbuat benar harapannya tidak menemui masalah, tapi kita kadang sering timbul masalah. Justru bila kita melihat orang berbuat tidak benar seolah-olah mereka aman-aman saja (tidak menemui masalah).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;">Bila kita menggunakan kacamata Allah, maka kita berbuat dan melihat kehidupan ini sesuai dengan ukuran dan ketentuan Allah, maka hasilnya kita akan dilihat dengan ukuran Allah, yang mengarahkan bahwa hasil dari semuanya adalah urusan Allah dan hanya Allahlah yang mengatur semuanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="SV">Bila kita berbuat baik, hanya Allah yang Maha Kaya yang akan membalas kebaikan kita bukan manusia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="SV">Bila orang berbuat salah atau berbuat aniaya, maka hanya Allahlah yang akan membalas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="SV">Bila kita gunakan kacamata Allah, kita akan menikmati kebahagiaan menjalankan kehidupan ini, karena alam ini diciptakan untuk dinikmati sesuai ukuranNya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="SV">Dan Bila apapun…. Hanya Allah yang menjadi ukurannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="SV">Semoga Kita semua menjadi Arif dan Bijaksana dalam mensyukuri kehidupan ini, Amin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;">Bekasi,<span> </span>Akhir November 2007 <span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wanshappy.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wanshappy.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wanshappy.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wanshappy.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wanshappy.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wanshappy.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wanshappy.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wanshappy.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wanshappy.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wanshappy.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wanshappy.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wanshappy.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wanshappy.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wanshappy.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wanshappy.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wanshappy.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wanshappy.wordpress.com&amp;blog=3787154&amp;post=21&amp;subd=wanshappy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wanshappy.wordpress.com/2008/08/08/kaca-mata-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wanshappy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
